Jumat, 15 April 2011

Wabah Serangan Ulat Bulu mulai Menyerang JAKARTA

Hama Ulat Bulu Mulai Rambah Jakarta 
              

    ichsanxNews JAKARTA, yg kita kenal juga sebagai pusat ibukota akhirnya juga ikut terserang wabah serangan ulat bulu, setelah dari berbagai daerah seperti Probolinggo, Bekasi dan kota lainya jakartapun akhirnya terkena wabah aneh ini berikut berita berita dari jakarta seputar serangan ulat Bulu :
Fenomena hama ulat bulu, yang menyerang wilayah Probolinggo, Lumajang dan Mojokerto di Jawa Timur, mulai menyerang wilayah Jakarta. Ribuan hama ulat bulu itu, kini terlihat menghinggapi sejumlah pohon cemara di Kelurahan Tanjungduren Utara, Jakarta Barat, Selasa (12/4).

seperti diberitakan lamaan Beritajakarta,com, Basri, warga Tanjung Duren Utara mengungkapkan, ribuan ulat bulu itu terlihat hinggap di sekitar 30 pohon cemara setinggi 10 meter milik Sudin Pertamanan Jakarta Barat yang terdapat di sepanjang bantaran Kali Sekretaris.

Fenomena ini, telah diketahui warga sejak satu pekan lalu. "Awalnya hanya sedikit, makanya warga pun tidak terlalu peduli. Tapi, kali ini ulat bulunya mencapai ribuan dan terlihat di puluhan pohon di sepanjang Kali Sekretaris," ujar Basri, Selasa (12/4).

Dijelaskan Basri, selama tiga hari belakangan ini, setelah diamati, ternyata ulat bulu itu mirip dengan ribuan ulat bulu yang menyerang wilayah Probolinggo beberapa waktu lalu. Camat Grogolpetamburan, Tadjudin Widodo membenarkan adanya hama ulat bulu yang menyerang puluhan pohon cemara di wilayahnya tersebut. Melalui, Seksi Pertanian dan Kehutanan di kecamatan, pihaknya pun langsung menindaklanjuti laporan warga dengan melakukan penyemprotan insektisida yang berlangsung, sejak Senin (11/4).

Kepala Sudin Pertanian dan Kehutanan Jakarta Barat, Bambang Wisanggeni menuturkan, pihaknya melalui unit proteksi tanaman dan Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, telah melakukan penyemprotan. Fenomena ini, ditambahkan Bambang terjadi akibat fenomena alam yakni, berkurangnya burung dan semut cangkrang yang selama ini memakan ulat bulu sehingga menjadikan ulat bulu dapat berkembang biak dengan cepat. 




Ulat Bulu Serang Pohon Cemara di Jakarta Barat



Hama ulat bulu akhirnya menyerang Jakarta. Ribuan ulat bulu ditemukan di Kelurahan Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat. Namun ulat bulu tersebut, berbeda dengan ulat bulu yang mewabah di Probolinggo, maupun daerah lainnya.

Ribuan hama ulat bulu di wilayah Jakarta ini. menyerang sejumlah pohon cemara, seperti di RT15/ RW7, Kelurahan Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Ulat bulu ini hinggap di sekitar 30 pohon cemara setinggi 10 meter, milik Suku Dinas Pertamanan Jakarta Barat, yang tumbuh di sepanjang kali sekretaris.

Keberadaan ulat bulu yang menyerang pohon cemara di lokasi ini bukan yang petama kali terjadi. Sebelumnya serangan ulat bulu di sini terjadi tahun 2007.



Hama Ulat Bulu di Jakarta Berbeda

Ulat bulu yang menyerang sejumlah pohon di kawasan Tanjungduren, Jakarta Barat, ternyata bukan dari jenis sama dengan ulat bulu di Probolinggo, Jawa Timur. Menurut hasil penelitian Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, ulat bulu memang sudah ada di kawasan ini sejak 2007 lalu.

Anomali cuaca yang terjadi saat ini dinilai mempercepat masa siklus perkembangbiakan ulat. "Sangat dipengaruhi oleh cuaca ekstrim. Panas dan kelembaban yang fluktuasinya tinggi akan mempercepat," kata Ipih Ruyani, Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, Rabu(13/4).

Dari pantauan, diketahui ada sekitar 30 pohon di Jakarta yang terserang ulat bulu. Untuk mengantisipasi meluasnya serangan hama ulat bulu, petugas khusus pengendali organisme dan tanaman pengganggu akan terus meneliti serta mengambil langkah pemberantasan ulat untuk mencegah serangan meluas [baca: Hama Ulat Bulu Mulai Rambah Jakarta].(BlOG)


Ulat Bulu di Jakarta Kategori Ringan

Merebaknya wabah ulat bulu di Probolinggo, Jombang, Malang, dan Bali, berbeda dengan kasus yang terjadi di DKI Jakarta. Ulat bulu yang menyerang pohon cemara di Tanjungduren Utara dan TPU Plumpang, Rawabadak Selatan, Jakarta Utara, merupakan ulat bulu dengan kategori ringan.

“Ini belum termasuk wabah, karena masih sangat ringan. Sedangkan di daerah lain sudah menjadi wabah karena banyak pohon di sana. Begitu juga cuaca yang berbeda dengan Jakarta,” kata Ipih Ruyani, Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian (DKP) DKI Jakarta, Kamis (14/4).

Namun, DKP DKI tetap akan melakukan kerja sama dengan provinsi lain untuk mengantisipasi penyebaran wabah ulat bulu. Terlebih, penyebarluasan wabah ini bisa terjadi melalui tiupan angin dan dibawa oleh kupu-kupu dalam radius sekitar satu kilometer. Pihaknya juga telah membuat Brigade Proteksi Tanaman (BPT) untuk turun ke lapangan memantau lokasi dan menangani ulat bulu setiap dua minggu sekali. Tim ini akan memantau lokasi yang terkena wabah ulat bulu dan melakukan penanganan pembasmian ulat bulu sedini mungkin untuk mencegah penyebarluasan wabah tersebut.

“Tim ini akan melakukan pemantauan ulat bulu dan hama lainya di semua jenis tanaman, kita lakukan pemantauan sedini mungkin. Saat ini Brigade Proteksi Tanaman bergerak terus di semua wilayah. Begitu ditemukan ulat bulu, mereka langsung turun ke lapangan untuk melihat tindakan apa yang diperlukan dalam menangani masalah itu,” ujarnya.

Meski jumlah tim ini sangat sedikit, yaitu 3 orang dalam satu wilayah atau totalnya 18 orang dalam Brigade Proteksi Tanaman, tetapi mereka mendapatkan bantuan dengan berkoordinasi dengan sudin di wilayah serta kepala seksi kecamatan.

Terkait kabar ulat bulu yang sudah menjalar ke Rumah Sakit Hermina di Jakarta Barat, Ipih menegaskan itu bukan ulat bulu, melainkan kutu putih atau nama latinnya paracoccus, sedangkan di TPU Plumpang adalah ulat bulu yang biasa terdapat di rumput bukan di pepohonan.


Belum Ada Keluhan Ulat Bulu di Jakarta Selain di Tanjung Duren 

Jakarta - Ribuan ulat bulu ditemukan di puluhan pohon cemara di Kelurahan Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat. Beruntung belum ada daerah lain yang melaporkan kejadian serangan binatang melata yang bikin gatal itu.

"Kami belum dapat laporan, baru kawasan Tanjung Duren Utara saja," ujar Kepala Sudin Pertanian dan Kehutanan Jakarta Barat, Bambang Wisanggeni, kepada ichsanx, Rabu (13/4/2011).

Bambang menjelaskan, begitu mendapat laporan mengenai ulat bulu ini, tim mereka langsung bergerak menelitinya. Pihaknya pun lantas sudah menyemprot ribuan ulat bulu yang ada di kawasan ini, Senin (11/4) lalu.

Ulat bulu ini terlihat di sekitar 30 pohon cemara yang masing-masing setinggi 10 meter milik Sudin Pertamanan Jakarta Barat. Letak pohon ini berada di sepanjang bantaran Kali Sekretaris.

Setiap batang pohon cemara biasanya dihinggapi sedikitnya 60 ulat bulu. Jika dikalikan dengan jumlah pohon cemara, total ulat bulu di kawasan ini saja mencapai 1.800.

Meski sudah berkurang drastis, Bambang tidak dapat menjamin kawasan lain tak akan terkena wabah serupa. "Kalau janji, saya tidak bisa, soalnya ini kan fenomena alam. Cuma kami pantau terus, sampel ulat bulu juga sudah dikirim ke IPB, tapi hasilnya belum tahu," papar Bambang.

Ulat bulu menjadi masalah di beberapa daerah di Pulau Jawa seperti di Probolinggo dan Jombang Jawa Timur, serta Kendal, Jawa Barat. Warga sejumlah daerah di Pulau Jawa melaporkan ulat bulu yang menyerang pepohonan. Tidak hanya itu, ulat bulu pun masuk ke rumah warga. Akibatnya sejumlah warga pun resah.




Ini Nomor Hotline Ulat Bulu di Jakarta

Jika ada wabah ulat bulu di daerah Anda, laporkan ke nomor hotline ini.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta masyarakat Jakarta tidak khawatir dengan wabah ulat bulu, terutama di wilayah Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Kejadian wabah ulat bulu yang ada di Jakarta Barat tidak berkaitan dengan wabah ulat bulu di Probolinggo, Jawa Timur.

Pemprov DKI Jakarta pun telah mempersiapkan sejumlah nomor hotline untuk menangani wabah ulat bulu. Nomor hotline itu pun tersebar di enam wilayah DKI Jakarta, yang ditangani Suku Dinas Pertanian dan Kehutanan di lima kotamadya dan Suku Dinas Kelautan dan Pertanian di Kepulauan Seribu.

"Hotline ini khusus untuk ulat bulu. Warga bisa melaporkan jika ada keluhan ulat bulu," kata Kepala Bidang Informasi Publik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia, saat dihubungi VIVAnews.com, di Jakarta, Kamis malam, 14 April 2011.

Cucu menjelaskan, hotline memang dipersiapkan sebagai antisipasi serangan ulat bulu. Dengan demikian, Pemprov DKI Jakarta dapat bertindak cepat.

"Jika ada yang merasa aneh. Jika ada yang merasa kok banyak ulat bulu, segera laporkan," ucap Cucu.

Berikut nomor hotline yang ada di enam wilayah Jakarta.

1. Jakarta Timur       : (021) 480 8335
2. Jakarta Selatan    : (021) 720 5794
3. Jakarta Utara       : (021) 435 8783
4. Jakarta Barat       : (021) 5835 6239
5. Jakarta Pusat       : (021) 385 1854
6. Kepulauan Seribu : (021) 624 9757

Sementara itu, nomor hotline UPT Balai Proteksi Tanaman adalah (021) 8730666.


Refrensi : http://www.detiknews.com
                             http://metrotvnews.com
                             http://www.beritajakarta.com
                             www.ichsanx.blogspot.com


Artikel Terkait:


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentator Blog Ini