Senin, 21 Februari 2011

Cara Mengelilingi Dunia Ala Backpacker

BARANGKALI banyak diantara Anda yang pernah membaca novel karya Andrea Hirata yang berjudul Edensor. Ya, di sana diceritakan bahwa Ikal, bersama Arai bertaruh dengan teman-teman kampusnya untuk menghabiskan libur musim dinginnya dengan mengelilingi Eropa. Siapa yang dapat singgah di negara yang lebih banyak, maka dialah yang memenangkan taruhan. Sepintas, akan terbersit pertanyaan, bagaimana bisa seorang mahasiswa asal Indonesia yang belajar di Prancis dapat menjamah banyak daerah di Eropa dengan bujet yang rendah? Yang akhirnya memenangkan taruhan itu.

Dan nyatanya, sudah banyak orang yang telah membuktikannya. Anda tidak perlu menjadi seorang Milyuner kaya raya untuk dapat menjelajahi tempat-tempat yang asing bagi hidup Anda sebelumnya. Meskipun bukan berarti sama sekali tidak membutuhkan uang, tapi banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk menghemat pengeluaran dalam perjalanan Anda.

Ya, menjadi Backpacker, itulah cara yang bisa Anda lakukan untuk dapat berkeliling dunia tanpa menguras kocek terlalu dalamBackpacker, yang sering juga disebut sebagai "turis miskin" mulai menjadi pilihan bagi banyak pelancong yang "tidak terlalu kaya", namun memiliki hasrat untuk bepergian yang tinggi.

Backpacking adalah istilah yang digunakan untuk perjalanan Internasional yang dilakukan secara independen dan dengan baiaya yang murah. Istilah-istilah seperti perjalanan independen dan atau perjalanan anggaran sering digunakan bergantian dengan backpacking. Ciri-ciri yang sangat menonjol dari seorang backpacker, yaitu menggunakan transportasi umum sebagai sarana perjalanan, pemilihan hotel melati, panjang perjalanan liburan yang tidak singkat, penggunaan ransel, tingginya intensitas kontak dengan penduduk lokal alih-alih menikmati pemandangan setempat.

Jika Anda tertarik untuk mengunjungi banyak tempat di dunia, tidak ada salahnya untuk menjadi seorang backpacker.Apa saja yang harus Anda persiapkan sebelum ber-backpacking yakni :


Pertimbangkan waktu yang paling tepat untuk memulai perjalanan. Pelajari benar, kondisi medan yang akan Anda kunjungi, termasuk bagaimana kondisi cuaca dan iklim di tempat tujuan Anda. Sebagai contoh, jika Anda ingin mengunjungi Eropa jangan sesekali mencoba untuk melancong waktu musim dingin. Salah seorang backpacker dalam blognya menulis, "Bagi saya, seluruh 365 hari dalam setahun akan menjadi waktu yang baik untuk berkunjung ke Eropa. Namun bagi Anda yang alergi pada cuaca dingin, sebaiknya Anda datang pada bulan Mei-September dimana musim yang sedang berlangsung adalah Musim Semi dan musim panas." Perhatikan pula kebiasaan pelancong lain yang mengunjungi Eropa pada high season seperti Juli-Agustus dan Desember-Februari karena pada bulan-bulan tersebut Eropa sedang padat pengunjung yang sedang mengisi liburan musim panas dan tahun baru. Pada bulan-bulan ini, anda tidak akan bisa menghemat.

Utamakan bawa keperluan yang penting. Seperti surat-surat penting (Paspor, Visa, kartu ATM), keperluan pribadi (peralatan mandi, pakaian, jaket, hingga body lotion) termasuk peta, kamera, dan alat komunikasi serta uang secukupnya.

Jelilah memilih maskapai penerbangan. Banyak sekali maskapai penerbangan yang menawarkan pelayanan penerbangan ke Luar Negeri. Namun yang perlu anda perhatikan adalah pilihlah Maskapai yang menawarkan layanan paling murah. Tentu saja ini penting, karena Anda tidak sedang berwisata dengan bujet yang tinggi. Namun tentu saja tanpa mengesampingkan kualitas.

Berhematlah. Meskipun tetap membutuhkan uang, namun banyak sekali pos-pos yang bisa Anda optimalkan untuk menekan pengeluaran Anda selama berada di tempat tujuan. Selain bepergian pada Low Season dan membeli tiket pesawat termurah, Anda juga dapat menghemat output uang Anda dengan banyak cara. Jangan takut menawar, bergabung dengan banyak backpacker lain yang Anda temui, atau cobalah untuk mencari Couchsurfing dimana Anda bisa menemukan host untuk Anda mintai bantuan tempat tinggal. Selain gratis, Anda juga bisa menemukan sahabat atau mungkin keluarga baru di sana dan jangan lupa untuk tetap bertingkah laku baik dan membawakan sedikit kenang-kenangan untuk si tuan rumah.

Jadi, ke Luar Negeri kini tak lagi impian semata bukan? Dan segera siapkan backpacker Anda.
(Dimas/Nv@/CN15)




Artikel Terkait:


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentator Blog Ini