Jumat, 04 Februari 2011

Awal Perpecahan Nirvana

Sewaktu teken kontrak dengan Geffen, disepakati bahwa royalti di baagi tiga sam rata. Pertimbangan, toh album mereka gak bakal laku keras. Tetapi ketika Nevermind terbukti sukses besar, Kurt berubah pikiran. Dia minta bagian sesuai hasil kerjanya, yaitu 90% dari hasil Nevermind. Alasannya, karena sebagai vokalis, dia memikul beban lebih besar. Chris dan Dave pun semula oke-oke saja. Tetapi “peraturan” ini di berlakukan pada Nevermind, mereka langsung meledak. Kali ini Nirvana nyaris betul-betul pecah. Kurt akhirnya mendapat 75 persen dari royalti penulisan, tetapi rasa permusuhan yang timbul makin meruncing.

Akibatnya, dalam tur dua minggu ke Eropa, mereka tidak bisa menikmatinya sama sekali. Pertama, konser lebih banyak berlangsung di arena terbuka, yang tidak mereka sukai. Kedua, skala tur sudah menjadi sedemikian besar sehingga mereka nyaris tidak ada waktu untuk kenal dengan para kru. Ketiga, Kurt masih tetap menggunakan Heroin, dan di samping itu perutnya sakit lagi. Keadaan mencapai klimaksnya ketika Kurt di larikan ke rumah sakit di Belfast. Pihak Nirvana mengatakan bahwa Maag nya kambuh, tapi kebanyakan orang langsung menduga bahwa dia overdosis.


Beberapa hari setelah tur selesai, mereka main di MTV Video Music Award, dimana mereka berhasil meraih dua penghargaan Video: Alternatif terbaik (Smell Like Ten Spirit) dan Artis Pendatang Baru Terbaik. Semula mereka hendak memainkan lagu baru Rape Me, tapi karena di protes keras oleh pihak MTV, akhirnya Nirvana menggantinya dengan Lithium.
Pada kesempatan ini lah Kurt berbaikan dengan Eddie Veder–yang grupnya, Pearl Jam, selama ini yang dia tuding sebagai band yang cuma mengincar duit. Tapi di lain pihak, Nirvana juga memperuncing permusuhan dengan Guns n Roses setelah mereka membuat marah Axl Rose.


15 Desember 1992, Nirvana merilis Incesticide, sebuah album kumpulan dari single, rekaman live, EP dan demo mereka terdahulu. Karena saaat itu single In Bloom baru di rilis, Geffen memutuskan untuk tidak terlalu gencar mempromosikan Incesticide ataupun merilis single dari nya. Album itu toh meraih penghargaan emas, bulan Februari.


Dan pada bulan itu juga Nirvana mulai merekam album baru mereka. Kali ini mereka kerja bareng Steve Albini, seorang perekam (Steve menolak memakai istilah produser) yang sudah banyak makan asam garam dalam musik underground. Kurt memilihnya karena ingin mendapatkan sound drum yang di pakai Steve untuk album SURFER ROSAnya The Pixies serta PODnya The Breeders.


Nah, timbul lagi deh kontroversi. Steve dikanal menyukai sound yang berkesan “mentah”, sementara NIrvana sendiri menginginkan album yang tidak banyak di poles seperti Nevermind dulu. Dengan sendirinya hasil rekaman mereka lain dengan yang diharapkan Geffen. Perusahaan rekaman ini minta Nirvana untuk ganti produser saja, dan memulai rekaman dari nol lagi tapi, seperti biasa, Nirvana mengancam Bubar.


Yang lebih parah lagi, NEWSWEEK memuat berita ini dengan mengutip perkataan Geffen bahwa album itu “tidak layak rilis”. Nirvana sampai memuat pernyataan bantahan sebesar satu halamam di Billboard. Sementara itu Kurt dan Chris mulai menyadari bahwa mereka kurang puas dengan hasil mixing untuk beberapa lagu. Jadi mereka menghubungi Scott Litt untuk me-remix dua lagu, HEART SHAPED BOX dan ALL APOLOGIES.


Judul untuk album ini semula adalah I HATE MY SELF AND I WANT TO DIE (!).Tapi karena dianggap terlalu provookatif, kemudian diganti VERSE CHORUS VERSE. Akhirnya yang di pakai IN UTERO, istilah yang di lihat Kurt dalam salah satu puisi Courtney.


Album In utero di rilis 14 Desember 1993. Album ini langsung menjadi nomor satu pada minggu pertamanya, meski tidak berthan terlalu lama, mungkin publik terkejut mendengar warna baru Nirvana. Tapi para kritikus toh tetap menghujaninya dengan pujian. Masa-masa sesudah In Utero dirilis relatif tenang buat Nirvana, kecuali sebuah toserba besar Wal-Mart menolak menjual album itu karena sampul belakangnya yang bergambar setumpuk janin.
Sementara itu In Bloom meraih penghargaan MTV Award sebagai Video alternatif terbaik. Dave sempat tur reuni bareng Scream. Kurt memproduseri album terbaru The Melvins, HOUDINI, dan kerja bareng dengan penyair William S.Burrough untuk merilis single “The’Priest’They Called Him” Chris aktif dalam kegiatan amal untuk para wanita korban perang di bosnia.


Kurt Cobain dalam berbagai wawancara mengaku sudah lebih bahagia. Nirvana memastikan diri akan tampil di acara LollapaloozaIV. Awal 1994, mereka menjalani tur Eropa dengan dibantu gitaris kedua Pat Smear dan pemain Cello Lorri Goldston.
Dan kemudian terdengarlah berita yng mengejutkan itu.


Artikel Terkait:


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentator Blog Ini