Kamis, 03 Februari 2011

Copywriting – Mencuri Ilmu dari Sales Letter


Saya sangat menyukai sebuah sales letter entah itu buruk atau yang mengagumkan, selalu ada nilai yang bisa kita petik jika kita bisa mengevaluasinya…ketertarikan saya ini membuat saya menjadi “kolektor sales letter”.
Bagi yang belum tahu, sales letter adalah surat penawaran yang biasanya dalam bisnis online berperan sebagai mesin “perayu” yang diletakkan pada homepage.
Anda tidak bisa menjual tanpa memiliki sebuah sales letter yang mampu mendorong pengunjung untuk memasuki “zona kenyamanan mereka untuk membeli”.
Zona kenyamanan yang saya maksud adalah suatu kondisi dimana seseorang secara sadar dan bersemangat untuk membeli sebuah produk/jasa yang ditawarkan.
Entah Anda seseorang yang menjual produk Anda sendiri atau menjual produk orang lain/afiliasi, sales letter wajib Anda miliki. Jika Anda malas membaca tentang copywriting tapi tetap ingin membangun sales letter yang menggoda, maka tentu saja Anda dapat menyewa seorang copywriter untuk membantu Anda, tapi jika money is the problem, Anda bisa belajar dari sales letter orang lain/kompetitor tapi ingat jangan pernah main copy paste. Yang perlu Anda lakukan adalah mengembangkan kemampuan evaluasi Anda, pelajari sales letter orang lain sebagai sumber inspirasi.
Bagaimana mencuri sales letter orang lain?
Ok “mencuri” yang saya maksud adalah belajar, saya menggunakan kata mencuri sebagai satu cara untuk memancing ketertarikan Anda.
Dengan melihat sales letter orang lain, kita akan menggunakan perspektif/berperan sebagai seorang calon pembeli. Perspektif ini sangat penting karena sales letter yang baik bukanlah baik dimata Anda, tapi baik dimata calon pembeli, jadi gunakan kaca mata Anda sebagai seorang pembeli untuk menilai kualitas sebuah sales letter.

1. Amati Headline

Hal pertama yang menjadi langkah awal evaluasi Anda adalah bagaimana headline sebuah sales letter. Headline sales letter pada sebuah homepage biasanya memanfaatkan tag <H1>Headline disini</H1>. Bagaimana baik atau buruknya sebuah headline akan membantu Anda mendatangkan ide dari kepala Anda. Cobalah lihat apakah headline sales letter yang Anda amati mampu memancing perhatian Anda, jika tidak bagaimana kira-kira versi Headline Anda…

2. Cara Meyakinkan

Setelah itu lanjutkan pada bagian isi, biasanya dimulai setelah headline. Belajarlah bagaimana sales letter itu menjelaskan manfaat dari produk yang ditawarkan, bagaimana penyusunan struktur-nya, amati bullet/list yang ada karena bagian itu biasanya menjelaskan manfaat produk.
Jangan lupa amati bagian testimonial, bukti-bukti keefektifan produk yang ditawarkan serta bonus-bonus yang disisipkan di dalamnya.
Sering saya jumpai, bonus-bonus yang ditawarkan begitu banyaknya bahkan kadang jadi tidak menarik lagi dan tidak nyambung dengan produk utama. Jadi amati bonus yang ditawarkan dan jika Anda berniat memberikan bonus dalam produk Anda, pastikan produk Anda berbeda dan berkualitas agar market tetap melihat Anda UNIK.

3. Menutup Penjualan

Bagian terakhir bisa dikatakan sebagai kesempatan terakhir merayu calon pembeli. Sales letter terbaik akan selalu menyertakan bonus, mempersempit pilihan calon pembeli dengan menyertakan limited time offer dan penutup adalah memberikan catatan terakhir sebagai alasan untuk memperkuat motivasi calon pembeli untuk mengambil tindakan: membeli sekarang juga.
Amatilah teknik pendekatan yang dilakukan pada bagian penutup penjualan. Bagaimana menemukan bagian penutup? Jika Anda melihat harga pada sebuah sales letter, maka sebagai besar itu adalah penutup penawaran.
HATI-HATI!
Tidak jarang saking jitunya sebuah sales letter, saya sendiri sampai pada titik trans pembelian (mengutip isitilah dari Joe Vitale – Buying Trances) padahal sebelumnya saya cuman ingin mempelajarinya. Itu artinya pemilik produk telah berhasil menulis sales letter terbaiknya dan ingat jika Anda berada disana untuk sekedar evaluasi/mempelajarinya, hati-hati jangan sampai terhipnotis
Ingin JAGO Copywriting?
Saya menulis sebuah artikel menari berjudul: Sales Letter yang Persuasif. Sebuah cara MERAYU yg Romantis untuk Menciptakan PENJUALAN.
Artikel lain yang relevan:
  1. Menjual Kata-Kata dengan Bisnis Sales Letter Hati-Hati!!! Dengan menyelesaikan artikel ini, Anda akan menemukan RAHASIA JITU...
  2. Seni Menulis Sales Letter: dengan HATI! Saya sangat mengagumi penulis sekaligus internet marketing guru seperti Joe...
  3. AWAS! Sales Copy Lemah, Penjualan Sulit Pernahkah Anda merasa jengah? Udah kirim ratusan pengunjung ke website...
  4. Membuat Headline Kurang dari 10 Detik Proses pembelajaran saya yang mengarah untuk menjadi seorang copywriter profesional,...
  5. Bagaimana Menangani Penolakan? Copywriting Killer Inside! Apakah Anda mengenali penolakan ini dalam dunia internet marketing Anda?...



Artikel Terkait:


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentator Blog Ini