Selasa, 08 Februari 2011

PUISI : KOTA KECIL DAN KEHENINGAN ITU


Senyap yang menggantung pada kelam kota kecil kita
Adalah desah nafas rindu yang kita tiupkan perlahan
pada langit, bulan separuh purnama, rerumputan pekarangan dan
desir angin yang mengalir lembut menerpa
pipimu yang telah basah oleh airmata
“Kesepian yang menyesakkan, ” katamu pilu.
Jawaban atas segala pertanyaanmu tak jua ditemukan
bagaikan kumbang merahasiakan makna dengungnya pada putik bunga,
Semua yang ada tak akan menjelaskan apapun
termasuk kehadiran kita di kota ini
tempat kita menganyam angan dan harapan
Kenangan itu akan kita kekalkan, mengukirnya di jagad hati dan
merangkai segala impian absurd seraya mengucap lirih namamu, namaku,
Dalam keheningan yang menikam
Di Kota kecil kita..
Cikarang, 3012011




Artikel Terkait:


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentator Blog Ini